Jumat, 13 November 2009

DALAM KENEGARAWANAN ISLAM SEBAGAI INTELEKTUAL ATAU RITUAL ?

Oleh : NOVIAN A. SUKARTONO ( KASTRAT KAMMI KUKAR )

Indonesia. Negara “mewah” dan sebagai “surga”, bagaimana tidak tongkat kayu dan batu pun bisa jadi tanaman. Sungguh subur negara ini, Allah memberikan rahmat yang amat sangat banyak kepada negeri ini. Namun ironi terjadi disana, rakyatnya makan dari sampah sedangkan pemimpinnya hidup mewah karena banyaknya kebobrokan-kebobrokan pemimpinnya itu sendiri.Kebobrokan tersebut mulai dari korupsi cs, skandal hukum dsb. Sungguh ironi lagi bahwa sebagian besar pemimpin-pemimpin bangsa ini adalah muslim ( orang yang beragama islam ). Kemudian muncul suatu pertanyaan apakah Islam tidak mampu mengatur negeri ini?

Berangkat dari pertanyaan seperti itu bukan bertujuan untuk menghakimi Islam itu sendiri. Islam merupakan agama yang sangat sempurna, dalam Islam semua aspek kehidupan manusia dibahas didalamnya mulai dari harta warisan sampai kematian. Hal tersebut membuktikan kebesaran Islam. Kembali kepermasalahan sebelumnya apakah Islam tak mampu mengatur negeri ini jawabannya adalah sangat mampu. Kenapa demikian ? karena Islam mampu memberikan solusi-solusi real yang dibutuhkan negara ini. Namun solusi-solusi tersebut haruslah berlandaskan keintelektualan Islam sejati, yang implikasinya adalah kepada kesejahteraan masyarakat. Marilah kita coba kembali bercermin kepada khalifah-khalifah Islam terdahulu yang dapat memakmurkan seluruh rakyatnya walaupun masyarakatnya sangat majemuk.

Indonesia terpuruk dalam kacamata saya adalah kekrisisan pemikiran (fikrah) pemimpin-pemimpin negeri ini akan keintelektualan Islam. Pemimpin-pemimpin dinegeri ini kebanyakan, Islam hanya dijadikan sebagai atau sebatas ritual saja, sehingga didalam mengatur negeri ini tidak mencerminkan sama sekali pemikiran Islam yang berorientasikan “ Pemimpin Adalah Pelayan Rakyat”. Sedangkan jika pemimpin negeri ini menggunakan fikrah atau pemikiran Islam, yang akan menjadikan Islam sebagai intelektualitas maka bukan tidak mungkin negeri ini menjadi negeri yang gemah ripah loh jinawi. Untuk itu idealnya pemimpin bangsa ini adalah orang-orang yang menggunakan fikrah Islamnya bukan pemimpin yang menggunakan Islam sebagai simbolitas dan ritual saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar